Search

Jelang Hari Raya Iedul Fitri, Bapas Amuntai Besarkan Hati ABH Tetap Tabah Hadapi Cobaan

NewsIndonesia - Di tengah suasana persiapan menyambut Hari Raya Idul Fitri bagi umat islam, Balai Pemasyarakatan (Bapas) Kelas II Amuntai, Kantor Wilayah Kementerian Hukum Dan Hak Asasi Manusia (Kemenkumham) Kalimantan Selatan, memberikan perhatian khusus pada anak-anak yang tengah menghadapi masalah hukum. Dalam upaya membesarkan hati mereka, Bapas Amuntai melalui Pembimbing Kemasyarakatan yang sedang melakukan pendampingan Anak Berhadapan dengan Hukum menyelami hati mereka bicara dari hati ke hati, Rabu (3/9)

"Kami menyadari bahwa masa remaja adalah masa yang rentan bagi anak-anak dalam menghadapi godaan negatif, termasuk godaan untuk terlibat dalam tindakan kriminal," ujar Kepala Bapas Amuntai, Eri Triyanto. "Karena itu, kami berkomitmen untuk memberikan pendampingan yang menyeluruh bagi anak-anak ini, agar mereka mampu menghadapi cobaan ini dengan tabah dan berani memperbaiki diri."

Sembari melakukan pendampingan ABH berinisial D dan AR yang diduga telah melakukan tindak pidana, Pembimbing Kemasyarakatan Ahli Pertama, Anto Setiawan memberikan dukungan moral dan spiritual kepada anak-anak yang tengah menghadapi masalah hukum. Hal ini diharapkan dapat membantu mereka menemukan kedamaian batin dan kekuatan untuk bangkit dari kesulitan yang sedang dihadapi.

Selain itu, Bapas Amuntai juga menjalin kerjasama dengan berbagai pihak, termasuk lembaga pendidikan dan komunitas lokal yang dinamakan dengan Kelompok Masyarakat Peduli Pemasyarakatan (Pokmas Lipas) untuk memberikan pelatihan keterampilan dan pendidikan non-formal kepada anak-anak ini. Dengan demikian, diharapkan mereka dapat memiliki keterampilan yang cukup untuk memulai kehidupan baru setelah masa hukuman mereka berakhir.

"Kami percaya bahwa setiap anak memiliki potensi untuk berubah menjadi pribadi yang lebih baik," tambah Eri. "Dengan dukungan dan perhatian yang tepat, kami yakin bahwa mereka dapat melewati cobaan ini dan kembali menjadi bagian yang positif dalam masyarakat."

Dengan pendekatan yang holistik dan berbasis pada nilai-nilai keagamaan dan moral, Bapas Amuntai berharap bahwa anak-anak yang tengah menghadapi masalah hukum dapat merasakan kasih sayang dan dukungan yang mendalam dari masyarakat, sehingga mereka dapat tumbuh dan berkembang dengan baik, meskipun tengah menghadapi cobaan yang berat.

- Bapas Amuntai

0 Komentar