Nusakambangan, 22 September 2025 — Upaya pembinaan kepribadian melalui pendekatan keagamaan terus digencarkan oleh Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Ngaseman. Hal ini diwujudkan dengan pelaksanaan kegiatan Pengajian Pembinaan Agama Islam yang digelar di Masjid At-Tawabun Lapas Ngaseman pada Senin (22/9).
Kegiatan dimulai pukul 09.00 WIB, menghadirkan Ustadz Muhammad Mustahir dari Kementerian Agama Kabupaten Cilacap sebagai pengisi tausiyah. Pengajian kali ini mengusung tema “Bersuci” yang diikuti oleh 35 Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP). Kegiatan berlangsung khidmat dengan pendampingan dari staf Bimkemaswat, staf KPLP, anggota TTD, serta regu jaga pagi.
Dalam materinya, Ustadz Mustahir menekankan bahwa makna bersuci tidak hanya berkaitan dengan kebersihan fisik, melainkan juga pembersihan hati dan pikiran.
“Bersuci bukan hanya sekadar wudhu atau mandi. Lebih dari itu, bersuci adalah bagaimana kita menjaga hati dari iri, dengki, dan kebencian. Dengan hati yang bersih, seseorang akan lebih mudah mendekat kepada Allah dan menata hidupnya ke arah yang lebih baik,” ungkapnya di hadapan para WBP.
Ia juga mengingatkan bahwa kesempatan untuk belajar agama di dalam lapas merupakan anugerah yang harus dimanfaatkan dengan sebaik-baiknya. “Tidak semua orang mendapatkan kesempatan untuk memperbaiki diri. Maka, gunakanlah masa ini untuk memperkuat iman, agar kelak setelah kembali ke masyarakat, bisa menjadi pribadi yang bermanfaat,” tambahnya.
Kepala Lapas Kelas IIA Ngaseman, Sarwito, menyampaikan bahwa pembinaan berbasis spiritual menjadi salah satu fokus utama dalam program pembinaan di Lapas. Menurutnya, aspek keagamaan dapat menjadi benteng moral sekaligus jalan pemulihan diri bagi warga binaan.
“Kami ingin memastikan bahwa pembinaan di Lapas Ngaseman tidak hanya menyentuh keterampilan dan pengetahuan, tetapi juga menyentuh hati dan jiwa. Dengan pembinaan agama, kami berharap warga binaan dapat memperkuat karakter, menata kembali hidupnya, dan menjadi pribadi yang siap berkontribusi positif setelah bebas nanti,” jelasnya.
Kegiatan pengajian ini mendapat sambutan hangat dari para peserta. Banyak WBP yang terlihat antusias mengikuti setiap rangkaian acara, mulai dari pembacaan doa, penyampaian tausiyah, hingga sesi tanya jawab. Suasana pengajian yang penuh kekhusyukan juga mencerminkan semangat warga binaan untuk terus memperbaiki diri.
Acara ditutup pada pukul 10.00 WIB dengan doa bersama yang dipimpin langsung oleh Ustadz Mustahir. Seluruh rangkaian kegiatan berjalan aman, tertib, dan penuh makna, menegaskan komitmen Lapas Ngaseman dalam menghadirkan pembinaan yang menyeluruh, baik secara mental, spiritual, maupun sosial.
.jpeg)