Nusakambangan, 29 September 2025 — Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Ngaseman terus berkomitmen memberikan pembinaan komprehensif bagi Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) melalui program Rehabilitasi Sosial. Sebanyak 31 peserta rehabilitasi sosial mengikuti rangkaian kegiatan yang dilaksanakan di lingkungan Lapas pada Senin (29/9), dengan kategori I, II, dan III.
Kegiatan dimulai dengan olahraga bersama yang berlangsung pada pukul 08.00–08.30 WIB di halaman depan Poliklinik Lapas. Seluruh peserta terlihat bersemangat mengikuti senam yang dipandu petugas, dengan pendampingan dari anggota TTD serta regu jaga pagi.
Setelah olahraga, peserta menerima pengarahan dari Kasubsi Bimkemaswat terkait mekanisme pelaksanaan rehabilitasi sosial. Pengarahan ini turut didampingi oleh asesor, anggota pengamanan, serta CPNS Lapas.
Pada pukul 09.30 WIB, kegiatan dilanjutkan dengan pembinaan keagamaan. Bagi WBP muslim, kegiatan berupa baca tulis Al-Qur’an di Masjid At-Tawwabun, sementara bagi WBP nasrani dilaksanakan kerja bakti kebersihan di area sekitar gereja.
Menjelang siang, pukul 11.15 WIB para peserta melaksanakan shalat Dzuhur berjamaah, kemudian dilanjutkan dengan apel bersama serta pengecekan kesehatan oleh perawat Lapas pada pukul 12.45 WIB. Program rehabilitasi sosial pun berakhir pukul 13.30 WIB dengan tertib dan aman.
Kepala Lapas Kelas IIA Ngaseman, Sarwito, menyampaikan bahwa kegiatan rehabilitasi sosial ini merupakan wujud nyata pelaksanaan amanat undang-undang. “Rehabilitasi sosial bukan hanya soal pemulihan kesehatan, tetapi juga pembinaan mental, spiritual, dan sosial. Harapannya, WBP mampu berubah menjadi pribadi yang lebih baik ketika kembali ke masyarakat,” ujarnya.
Sarwito juga menegaskan bahwa kegiatan berjalan lancar berkat dukungan penuh dari seluruh petugas. “Alhamdulillah, program hari ini terlaksana dengan baik, tertib, dan mendapat respon positif dari peserta. Terima kasih kepada semua pihak yang terlibat,” tambahnya.
Melalui kegiatan ini, Lapas Ngaseman berharap program rehabilitasi sosial dapat menjadi sarana efektif dalam mendukung pemulihan dan reintegrasi sosial WBP secara berkelanjutan.
