NewsIndonesia - Dalam rangka memperkuat komitmen menuju predikat Wilayah Birokrasi Bersih dan Melayani (WBBM), Lembaga Pemasyarakatan Kelas I Madiun melaksanakan kegiatan studi tiru pembangunan Zona Integritas (ZI) ke Lapas Kelas IIB Wonosari, pada Jum’at (07/11). Kegiatan ini diikuti oleh jajaran pejabat struktural dan tim pembangunan ZI Lapas I Madiun sebagai bagian dari upaya pembelajaran dan peningkatan kualitas pelayanan publik.
Kedatangan rombongan Lapas I Madiun disambut langsung oleh Kalapas Kelas IIB Wonosari, beserta jajaran pejabat struktural. Dalam sambutannya, Kalapas Wonosari Renharet Ginting menyampaikan apresiasi atas kunjungan tersebut serta berbagi pengalaman tentang strategi, inovasi, dan langkah-langkah nyata yang telah membawa Lapas Wonosari meraih predikat Wilayah Birokrasi Bersih Melayani (WBBM).
“Kami menyambut baik kunjungan rekan-rekan dari Lapas I Madiun. Upaya untuk terus belajar dan berbenah menunjukkan semangat luar biasa dalam mewujudkan tata kelola pemerintahan yang bersih dan melayani. Pembangunan Zona Integritas adalah proses berkelanjutan yang memerlukan komitmen, kedisiplinan, dan inovasi. Kami berharap apa yang kami bagikan hari ini dapat menjadi inspirasi dan bahan refleksi bersama untuk memperkuat integritas di lingkungan pemasyarakatan,” tutur Renharet.
Selama kegiatan berlangsung, tim Lapas I Madiun mendapatkan paparan terkait manajemen perubahan, penguatan tata laksana, penguatan pengawasan, akuntabilitas kinerja, serta peningkatan kualitas pelayanan publik yang telah diterapkan di Lapas Wonosari. Tak hanya itu, peserta juga diajak meninjau langsung beberapa area layanan unggulan dan inovasi yang menjadi contoh praktik baik dalam pembangunan Zona Integritas.
Kalapas Kelas I Madiun Andi Wijaya Rivai menyampaikan bahwa kegiatan studi tiru ini merupakan langkah konkret untuk memperkaya wawasan dan memperkuat komitmen seluruh jajaran dalam mewujudkan tata kelola pemerintahan yang bersih, efektif, dan berorientasi pada pelayanan.
“Studi tiru ini bukan sekadar kunjungan formalitas, tetapi langkah strategis kami untuk belajar langsung dari satuan kerja yang telah berhasil menerapkan prinsip Zona Integritas secara nyata. Kami ingin menanamkan semangat perubahan dan integritas di setiap lini kerja Lapas I Madiun. Harapan kami, melalui pembelajaran ini, seluruh jajaran semakin memahami arti penting pelayanan publik yang transparan, akuntabel, dan berorientasi pada kepuasan masyarakat. Komitmen menuju WBBM harus diwujudkan melalui kerja nyata dan konsistensi bersama,” ujar Andi Wijaya.
Lebih lanjut, beliau menegaskan bahwa predikat WBBM bukanlah tujuan akhir, melainkan wujud nyata dari perubahan sikap dan perilaku kerja aparatur pemasyarakatan dalam memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat. Oleh karena itu, sinergi, komitmen, dan konsistensi menjadi kunci utama keberhasilan dalam pembangunan Zona Integritas.
Melalui kegiatan studi tiru ini, diharapkan Lapas I Madiun dapat menerapkan berbagai inovasi dan strategi yang telah terbukti efektif di Lapas Wonosari. Dengan semangat kebersamaan dan komitmen tinggi, Lapas I Madiun optimis mampu melangkah lebih jauh menuju predikat Wilayah Birokrasi Bersih dan Melayani (WBBM) serta menjadi role model satuan kerja pemasyarakatan yang berintegritas.
