Newsindonesia - Lembaga Pembinaan Khusus Anak (LPKA) Kelas I Martapura melaksanakan kegiatan pemeriksaan kesehatan bagi seluruh anak binaan dan petugas pada Kamis (13/11/2025). Kegiatan ini digelar dalam rangka memperingati Hari Bakti Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan (Kemenimpas) Republik Indonesia ke-1 Tahun 2025 yang mengusung tema “Satu Langkah, Satu Semangat, Satu Pengabdian Untuk Bangsa.”
Pemeriksaan kesehatan dilakukan di Klinik Pratama LPKA Martapura dengan menggandeng tenaga medis internal yakni 2 (dua) orang Jabatan Fungsional Tertentu (JFT) di bidang kesehatan. Pemeriksaan meliputi pengecekan tekanan darah, deteksi dini penyakit, serta penilaian kebugaran umum. Pemeriksaan ini tidak hanya dilakukan oleh petugas, tetapi juga diikuti oleh anak binaan, juru masak dapur, petugas kebersihan (OB), dan masyarakat umum yang berada di sekitar lingkungan LPKA.
Kepala LPKA Martapura, Dwi Hartono, mengatakan bahwa kegiatan kesehatan ini merupakan wujud nyata kontribusi pemasyarakatan dalam mendukung pembangunan manusia Indonesia. “Peringatan Hari Bakti Kemenimpas menjadi momentum bagi kami untuk menghadirkan layanan terbaik, termasuk melalui pemeriksaan kesehatan. Ini adalah langkah kecil namun penuh makna untuk memastikan anak binaan tumbuh sehat dan kuat,” ujarnya.
Selain untuk memperingati Hari Bakti Kemenimpas, kegiatan ini juga bertujuan meningkatkan kesadaran kesehatan di lingkungan LPKA. Para petugas kesehatan memberikan edukasi mengenai pola hidup bersih dan sehat, termasuk pentingnya menjaga kebugaran dan mengenali gejala penyakit sejak dini. Pendekatan ini diharapkan dapat menumbuhkan kebiasaan positif bagi anak binaan dalam kehidupan sehari-hari.
Kegiatan pemeriksaan kesehatan berlangsung lancar dan tertib dengan pendampingan langsung dari petugas LPKA. Dengan semangat peringatan Hari Bakti Kemenimpas ke-1, LPKA Martapura menegaskan komitmennya untuk terus memberikan pembinaan yang holistik. “Satu pengabdian untuk bangsa tidak hanya diwujudkan lewat pelayanan, tetapi juga melalui kepedulian terhadap kesehatan generasi penerus,” tutup Dwi Hartono.
