Newsindonesia - Kepala Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIA Palu, Makmur, melaksanakan kegiatan peninjauan di area Bimbingan Kerja (Bimker) dan dapur Lapas Kelas IIA Palu pada Rabu, 17 Desember 2025, sekitar pukul 09.30 WITA hingga selesai. Kegiatan ini dilakukan sebagai upaya memastikan kebersihan lingkungan kerja serta mendorong peningkatan kualitas produksi hasil pembinaan kemandirian Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP). Rabu (17/12)
Dalam kegiatan peninjauan tersebut, Kepala Lapas Kelas IIA Palu didampingi oleh Kasubsi Bimkerlola Muhammad Fahri dan Kepala Regu Pengamanan Suparlin. Peninjauan dilakukan secara langsung terhadap kondisi sarana dan prasarana di area Bimker dan dapur, khususnya terkait kebersihan, kerapian, serta perawatan lingkungan kerja agar tetap terjaga dan mendukung kelancaran program pembinaan kemandirian.
Kepala Lapas Kelas IIA Palu, Makmur, menegaskan pentingnya menjaga kebersihan dan kualitas produksi dalam setiap kegiatan pembinaan. “Kebersihan lingkungan kerja dan kualitas produk menjadi faktor utama dalam pembinaan kemandirian. Melalui pengelolaan yang baik, hasil produksi Warga Binaan diharapkan memiliki nilai jual yang lebih baik dan mampu bersaing di pasaran,” ujar Makmur.
Selain itu, Kepala Lapas juga meninjau secara langsung hasil produksi UMKM Warga Binaan, seperti keripik pisang, bawang goreng, serta hasil budidaya ikan. Peninjauan ini bertujuan untuk memastikan seluruh proses produksi, mulai dari pengolahan hingga pengemasan, memenuhi standar kebersihan dan kualitas yang ditetapkan.
Sementara itu, Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Sulawesi Tengah turut memberikan dukungan terhadap upaya peningkatan pembinaan kemandirian di Lapas Kelas IIA Palu. “Kami mendorong agar setiap UPT Pemasyarakatan terus meningkatkan kualitas pembinaan kemandirian Warga Binaan melalui pengawasan yang berkelanjutan dan peningkatan mutu hasil produksi, sehingga program pembinaan benar-benar memberikan manfaat nyata,” ungkap Kakanwil.
Kegiatan peninjauan ini merupakan wujud komitmen pimpinan dalam mendorong peningkatan keterampilan, produktivitas, dan kemandirian Warga Binaan Pemasyarakatan, sekaligus memastikan seluruh program pembinaan berjalan secara optimal dan berkelanjutan.
