NewsIndonesia - Lapas Kelas I Madiun rutin melaksanakan kegiatan senam pagi sebagai bagian dari upaya pembinaan kesehatan jasmani dan rohani bagi warga binaan. Kegiatan ini dilaksanakan pada Sabtu pagi di lapangan dalam lapas dan diikuti oleh warga binaan laki-laki dan perempuan dengan penuh antusias.
Senam pagi tersebut menghadirkan instruktur profesional yang didatangkan langsung dari Kota Madiun. Kehadiran instruktur bertujuan untuk memastikan setiap gerakan senam dilakukan dengan benar, aman, serta sesuai dengan standar kebugaran. Sejak pagi hari, para peserta tampak bersemangat mengikuti setiap rangkaian gerakan yang dipandu secara sistematis, mulai dari pemanasan, gerakan inti, hingga pendinginan.
Kegiatan senam pagi ini merupakan agenda rutin yang dilaksanakan oleh Lapas Kelas I Madiun sebagai bentuk komitmen dalam menjaga kesehatan fisik warga binaan. Selain memberikan manfaat kebugaran tubuh, senam pagi juga menjadi sarana untuk menumbuhkan kedisiplinan, kebersamaan, serta semangat positif di lingkungan pemasyarakatan. Dengan kondisi fisik yang sehat, diharapkan warga binaan dapat menjalani program pembinaan dengan lebih optimal.
Kalapas I Madiun Andi Wijaya Rivai menyampaikan “Kegiatan senam pagi ini merupakan bagian dari upaya kami untuk menjaga kesehatan jasmani warga binaan agar tetap bugar dan bersemangat menjalani pembinaan. Dengan tubuh yang sehat, diharapkan keseimbangan rohani juga terjaga sehingga proses pembinaan dapat berjalan lebih optimal,” ujar Andi Wijaya.
Pelaksanaan kegiatan berlangsung dengan tertib dan aman di bawah pengawasan petugas pemasyarakatan. Petugas memastikan seluruh peserta mengikuti kegiatan sesuai aturan serta memperhatikan kondisi kesehatan masing-masing warga binaan. Suasana kegiatan terlihat cair dan penuh keceriaan, mencerminkan hubungan yang harmonis antara warga binaan dan petugas.
Melalui kegiatan senam pagi ini, Lapas Kelas I Madiun tidak hanya berfokus pada pembinaan mental dan kepribadian, tetapi juga memberikan perhatian serius terhadap aspek kesehatan jasmani. Keseimbangan antara kesehatan fisik dan rohani diharapkan mampu membentuk pribadi warga binaan yang lebih sehat, disiplin, dan siap menjalani proses pembinaan menuju reintegrasi sosial yang lebih baik.
