NewsIndonesia — Dalam rangka mendukung Program Aksi Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan, Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Jawa Timur meresmikan Klinik Pratama di Lembaga Pemasyarakatan Kelas I Madiun, Rabu (31/12). Peresmian klinik ini menjadi wujud nyata komitmen pemasyarakatan dalam meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan, tidak hanya bagi warga binaan, tetapi juga masyarakat sekitar UPT pemasyarakatan.
Kegiatan peresmian berlangsung di halaman utara bagian depan Lapas I Madiun dan dipimpin langsung oleh Kepala Kantor Wilayah Ditjenpas Jawa Timur. Peresmian tersebut didampingi oleh Kepala Lapas I Madiun beserta jajaran pejabat struktural. Turut hadir Kepala Rumah Tahanan Negara Ponorogo, Kepala Rumah Tahanan Negara Magetan, Kepala Balai Pemasyarakatan Madiun, serta sejumlah perwakilan masyarakat sekitar.
Klinik Pratama Lapas I Madiun dibangun sebagai tindak lanjut dari program pemeriksaan kesehatan gratis yang dicanangkan oleh Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan. Keberadaan klinik ini diharapkan dapat menjadi sarana pelayanan kesehatan yang mudah diakses, profesional, dan berkelanjutan, bagi masyarakat sekitar yang membutuhkan layanan dasar kesehatan.
Dalam sambutannya, Kakanwil Ditjenpas Jawa Timur Kadiyono menegaskan bahwa pemasyarakatan tidak hanya berfokus pada pembinaan warga binaan, tetapi juga memiliki tanggung jawab sosial untuk hadir dan memberi manfaat bagi lingkungan sekitar. Klinik Pratama ini diharapkan menjadi simbol keterbukaan Lapas sebagai bagian dari masyarakat, serta mendukung terwujudnya pelayanan publik yang humanis.
“Peresmian Klinik Pratama ini merupakan bentuk dukungan nyata terhadap Program Aksi Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan, khususnya dalam menghadirkan layanan pemeriksaan kesehatan gratis yang dapat diakses tidak hanya oleh warga binaan, tetapi juga masyarakat sekitar UPT pemasyarakatan. Kami ingin pemasyarakatan hadir memberi manfaat langsung bagi lingkungan,” ujar Kadiyono.
Sementara itu, Kalapas I Madiun menyampaikan bahwa Klinik Pratama tersebut telah dipersiapkan dengan tenaga kesehatan dan fasilitas penunjang sesuai standar pelayanan. Ke depan, klinik ini akan dimanfaatkan secara optimal untuk mendukung program kesehatan preventif, promotif, dan pemeriksaan gratis bagi masyarakat sekitar UPT pemasyarakatan yang nantinya akan bekerjasama dengan BPJS Kesehatan.
Dengan diresmikannya Klinik Pratama ini, Lapas I Madiun menunjukkan komitmen nyata dalam mendukung kebijakan kementerian serta memperkuat sinergi antara pemasyarakatan dan masyarakat, demi mewujudkan pelayanan yang inklusif, bermanfaat, dan berkelanjutan.
