NewsIndonesia - Lapas Kelas I Madiun secara rutin melaksanakan kegiatan Jum’rah (Jumat Menjemput Rahmat) sebagai upaya membangun atmosfer religius dan memperkuat pembinaan kepribadian bagi pegawai dan warga binaan. Kegiatan ini dilaksanakan setiap hari Jumat pagi dan menjadi agenda tetap pembinaan keagamaan di lingkungan lapas.
Pelaksanaan Jum’rah pada Jumat pagi tersebut bertempat di Mushola Lapas Kelas I Madiun. Kegiatan diikuti oleh pegawai Lapas I Madiun, perwakilan warga binaan dari blok Pondok Pesantren, serta peserta magang. Seluruh peserta tampak khusyuk mengikuti rangkaian ibadah dalam suasana yang tertib dan penuh kekhidmatan.
Kegiatan Jum’rah dipimpin oleh salah satu pegawai Lapas I Madiun yang bertindak sebagai pemandu doa dan bacaan. Rangkaian acara meliputi pembacaan Surat Yasin, tahlil, serta dzikir bersama yang ditujukan untuk memohon keberkahan, keselamatan, dan ketenangan hati bagi seluruh warga binaan maupun petugas yang menjalankan tugas pemasyarakatan.
Kepala Lapas Kelas I Madiun Andi Wijaya Rivai turut hadir dan mengikuti langsung kegiatan tersebut. Kehadiran Kalapas menjadi bentuk dukungan pimpinan terhadap penguatan nilai-nilai spiritual sebagai bagian penting dari proses pembinaan di dalam lapas.
“Kegiatan Jum’rah ini merupakan ikhtiar kami untuk terus membangun suasana religius di lingkungan Lapas Kelas I Madiun. Melalui pembacaan Yasin, tahlil, dan dzikir bersama, kami berharap baik petugas maupun warga binaan dapat menenangkan hati, memperkuat iman, serta menjadikan setiap Jumat sebagai momentum introspeksi diri,” ujar Andi Wijaya.
Kegiatan Jum’rah ini bertujuan untuk menanamkan nilai keimanan dan ketakwaan, sekaligus menjadi sarana refleksi diri bagi warga binaan agar mampu memperbaiki sikap dan perilaku ke arah yang lebih baik. Selain itu, kegiatan ini juga menjadi momentum mempererat kebersamaan antara petugas, warga binaan, dan peserta magang dalam suasana religius.
Dengan pelaksanaan Jum’rah secara konsisten, Lapas Kelas I Madiun berharap dapat menciptakan lingkungan pemasyarakatan yang lebih humanis, kondusif, dan sarat dengan nilai-nilai keagamaan, sejalan dengan tujuan pembinaan menuju warga binaan yang berakhlak dan siap kembali ke masyarakat.
