Search

Perpustakaan Keliling Hadir di Lapas Kotabaru, Warga Binaan Antusias Tingkatkan Literasi


NewsIndonesia — Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Kotabaru menerima kunjungan layanan perpustakaan keliling dari Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Kabupaten Kotabaru, Jumat (13/2). Kehadiran layanan ini disambut antusias oleh Warga Binaan yang memanfaatkan kesempatan tersebut untuk membaca dan meminjam berbagai koleksi buku yang tersedia.

Kegiatan yang dilaksanakan di area lapangan Lapas tersebut menjadi bagian dari upaya meningkatkan budaya literasi di lingkungan pemasyarakatan. Beragam buku mulai dari pengetahuan umum, keagamaan, keterampilan, hingga motivasi diri dihadirkan guna mendukung proses pembinaan kepribadian dan intelektual Warga Binaan.

Kepala Lapas Kelas IIA Kotabaru, Doni Handriansyah, menyampaikan apresiasi atas dukungan Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Kabupaten Kotabaru dalam memperluas akses literasi bagi Warga Binaan.

“Kami berkomitmen menghadirkan pembinaan yang komprehensif, salah satunya melalui penguatan literasi. Kehadiran perpustakaan keliling ini menjadi motivasi bagi Warga Binaan untuk terus belajar dan memperbaiki diri,” ungkapnya.

Sementara itu, perwakilan Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Kabupaten Kotabaru, Ibu Rahmawati, menegaskan bahwa layanan perpustakaan keliling terbuka untuk seluruh lapisan masyarakat, termasuk di lingkungan Lapas.

“Kami ingin memastikan akses bahan bacaan dapat dirasakan semua pihak. Literasi adalah hak setiap warga negara, dan kami berharap kegiatan ini dapat menumbuhkan minat baca serta semangat belajar Warga Binaan,” ujarnya.

Salah satu Warga Binaan berinisial M mengaku senang dengan hadirnya layanan tersebut. Menurutnya, buku-buku yang tersedia sangat membantu menambah wawasan dan mengisi waktu dengan kegiatan positif.

“Kami bersyukur mendapat kesempatan membaca buku-buku baru. Kegiatan ini membuat kami lebih semangat untuk belajar dan memperbaiki diri,” tuturnya.

Melalui kegiatan ini, Lapas Kotabaru terus memperkuat sinergi dengan pemerintah daerah dalam mendukung pembinaan yang humanis, edukatif, dan berkelanjutan, sehingga Warga Binaan memiliki bekal pengetahuan yang bermanfaat saat kembali ke masyarakat.