NewsIndonesia - Kepala Lembaga Pemasyarakatan (Kalapas) Kelas I Madiun menghadiri secara langsung Rapat Monitoring dan Evaluasi (Monev) 15 Program Aksi Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan. Kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya penguatan komitmen jajaran pemasyarakatan dalam mendukung implementasi program prioritas yang dicanangkan oleh Kementerian Jum’at(07/03).
Rapat monitoring dan evaluasi ini dipimpin langsung oleh Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan, Agus Andrianto, beserta jajaran pimpinan kementerian. Kegiatan tersebut juga diikuti oleh seluruh Kepala Kantor Wilayah dari berbagai wilayah di Indonesia serta para Kepala Unit Pelaksana Teknis (UPT) Pemasyarakatan yang hadir secara perwakilan.
Dalam arahannya, Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan menekankan pentingnya keseriusan seluruh jajaran dalam melaksanakan 15 Program Aksi yang telah ditetapkan sebagai langkah strategis dalam memperkuat reformasi birokrasi, meningkatkan kualitas pelayanan publik, serta memperkuat sistem pembinaan bagi warga binaan.
Melalui rapat monitoring dan evaluasi ini, setiap satuan kerja diharapkan mampu melaporkan perkembangan pelaksanaan program sekaligus melakukan evaluasi terhadap berbagai tantangan yang dihadapi di lapangan. Dengan adanya evaluasi secara berkala, pelaksanaan program diharapkan dapat berjalan lebih efektif dan memberikan hasil yang optimal.
Kalapas I Madiun Andi Wijaya Rivai menyampaikan bahwa kehadirannya dalam kegiatan tersebut merupakan bentuk dukungan nyata terhadap kebijakan dan arahan yang diberikan oleh pimpinan kementerian.
“Rapat monitoring dan evaluasi ini menjadi momentum penting bagi seluruh jajaran pemasyarakatan untuk menyamakan persepsi dan memperkuat komitmen dalam menjalankan program aksi kementerian. Kami siap mengimplementasikan setiap kebijakan yang telah ditetapkan secara maksimal di Lapas I Madiun,” ujarnya.
Ia juga menambahkan bahwa hasil dari kegiatan ini akan menjadi pedoman bagi jajaran Lapas I Madiun dalam meningkatkan kualitas kinerja serta memastikan setiap program berjalan secara efektif, transparan, dan akuntabel.
Dengan adanya kegiatan monitoring dan evaluasi ini, diharapkan seluruh jajaran pemasyarakatan di Indonesia dapat terus meningkatkan sinergi serta konsistensi dalam melaksanakan 15 Program Aksi Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan.
