NewsIndonesia – Apel pagi warga binaan kembali dilaksanakan secara rutin setiap hari Senin setelah sempat libur selama bulan Ramadan. Kegiatan yang berlangsung dengan tertib ini diikuti oleh warga binaan program pembinaan kepribadian dan keterampilan, tamping, serta warga binaan integrasi Senin(30/03).
Menariknya, pelaksanaan apel kali ini turut melibatkan warga binaan yang tergabung dalam pramuka sebagai petugas apel. Hal ini menjadi bagian dari pembinaan karakter, kedisiplinan, serta tanggung jawab bagi warga binaan itu sendiri.
Kegiatan apel diawali dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya, dilanjutkan dengan pembacaan Catur Dharma Narapidana serta hak dan kewajiban warga binaan. Suasana khidmat terasa saat seluruh peserta mengikuti setiap rangkaian kegiatan dengan penuh kesungguhan, sebelum memasuki amanat pembina apel dan ditutup dengan doa.
Dalam amanatnya, Kalapas I Madiun Andi Wijaya Rivai memberikan pesan moral dan spiritual kepada seluruh warga binaan agar senantiasa memperkuat iman dan tidak meninggalkan ibadah sholat dalam kondisi apapun. Ia menegaskan bahwa sholat merupakan pondasi utama dalam membentuk pribadi yang lebih baik dan menjadi kunci dalam proses perubahan diri selama menjalani masa pembinaan.
“Jangan pernah tinggalkan sholat. Di manapun kalian berada, sholat adalah pegangan utama yang akan menuntun kita menjadi pribadi yang lebih baik dan kuat menghadapi kehidupan,” tegasnya.
Lebih lanjut, Kalapas juga mendorong warga binaan untuk terus meningkatkan kedisiplinan, baik dalam mengikuti kegiatan pembinaan maupun dalam menjalankan ibadah sehari-hari. Dengan adanya keseimbangan antara pembinaan kepribadian, keterampilan, dan spiritual, diharapkan warga binaan dapat kembali ke masyarakat dengan bekal yang lebih baik.
Melalui kegiatan apel pagi ini, Lapas berkomitmen untuk terus menanamkan nilai-nilai kedisiplinan, tanggung jawab, serta penguatan keimanan sebagai bagian penting dalam proses pembinaan warga binaan.
