NewsIndonesia — Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Kotabaru mengoptimalkan pembinaan kemandirian melalui pelatihan teknis pembuatan roti sosis bagi Warga Binaan, Senin (2/3). Kegiatan ini memasuki hari pertama pelaksanaan yang difokuskan pada pengenalan dasar-dasar produksi serta praktik awal pembuatan roti sosis.
Pada hari pertama, instruktur memberikan materi mengenai pengenalan bahan baku, fungsi masing-masing komposisi, serta teknik penimbangan yang tepat. Peserta juga mempelajari proses pencampuran adonan dan tahapan fermentasi awal guna menghasilkan tekstur roti yang lembut dan mengembang sempurna.
Selanjutnya, peserta mulai mempraktikkan teknik pembentukan adonan serta metode penempatan sosis sebagai isian agar matang merata dan memiliki tampilan yang rapi. Instruktur memberikan pendampingan secara langsung untuk memastikan setiap tahapan dilakukan sesuai prosedur.
Kepala Lapas Kotabaru (Kalapas), Doni Handriansyah, menyampaikan bahwa pelatihan ini harus dimanfaatkan secara maksimal sejak hari pertama. “Pelatihan roti sosis ini menjadi bagian dari upaya membangun keterampilan yang terstruktur dan berkelanjutan. Saya berharap peserta mengikuti setiap tahapan dengan serius agar hasil yang diperoleh benar-benar optimal,” tegasnya.
Instruktur pelatihan, Hairul Arsy Riyani, menambahkan bahwa fondasi teknik yang benar sangat menentukan hasil akhir. “Di hari pertama ini, kami tekankan pada ketepatan takaran, teknik pengadukan, dan proses fermentasi. Jika dasar ini sudah dipahami dengan baik, maka kualitas roti sosis yang dihasilkan akan lebih konsisten,” jelasnya.
Kegiatan ini merupakan bagian dari komitmen Lapas Kotabaru PRIMA (Profesional, Responsif, Integritas, Modern, Akuntabel) dalam memperkuat pembinaan kemandirian serta mendukung 15 Program Aksi Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan Tahun 2026. Melalui pelatihan yang terarah sejak hari pertama, diharapkan Warga Binaan mampu mengembangkan keterampilan yang produktif dan berdaya saing.
