NewsIndonesia — Dalam rangka menghadirkan kebahagiaan di momen Hari Raya Idul Fitri, Lapas Kelas I Madiun menunjukkan kepeduliannya dengan membagikan voucher telepon gratis kepada warga binaan yang tidak mendapatkan kunjungan dari keluarga. Program ini menjadi bentuk nyata perhatian terhadap kondisi psikologis warga binaan agar tetap dapat merasakan kehangatan hari raya bersama orang tercinta.
Pelaksanaan layanan telepon tersebut dipusatkan di Wartelsuspas (Warung Telekomunikasi Khusus Pemasyarakatan) yang tersedia di dalam lapas. Dalam penyelenggaraannya, Lapas I Madiun telah bekerja sama dengan pihak ketiga, yakni Arjaya Telindo, guna memastikan layanan komunikasi berjalan dengan baik, aman, dan tertib.
Dengan menggunakan voucher yang dibagikan, warga binaan diberikan kesempatan untuk menghubungi keluarga mereka. Suasana haru pun menyelimuti area Wartelsuspas, saat para warga binaan memanfaatkan momen tersebut untuk melepas rindu, menyampaikan kabar, hingga saling bermaafan di hari yang fitri.
Kepala Lapas I Madiun Andi Wijaya Rivai menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari pendekatan pembinaan yang humanis. “Kami memahami bahwa tidak semua warga binaan dapat dikunjungi keluarganya di hari raya. Oleh karena itu, melalui fasilitas voucher telepon ini, kami ingin memberikan ruang bagi mereka untuk tetap terhubung dan merasakan kebahagiaan Idul Fitri bersama keluarga, meskipun dari jarak jauh,” ungkapnya.
Ia juga menambahkan bahwa kerja sama dengan pihak ketiga menjadi salah satu upaya untuk meningkatkan kualitas layanan kepada warga binaan, khususnya dalam hal pemenuhan hak komunikasi.
Salah satu warga binaan SBH mengaku sangat terbantu dengan adanya program ini. “Saya sangat bersyukur bisa menelepon keluarga. Walaupun tidak bisa bertemu langsung, setidaknya saya bisa mendengar suara mereka dan mengucapkan selamat Idul Fitri,” ujarnya.
Melalui kegiatan ini, Lapas I Madiun terus berkomitmen menghadirkan program pembinaan yang tidak hanya berfokus pada aspek kemandirian, tetapi juga menyentuh sisi kemanusiaan, sehingga warga binaan tetap memiliki semangat dan harapan dalam menjalani masa pembinaan.
