Search

Sinergi Lawan TBC, Lapas Madiun Laksanakan Active Case Finding Bersama RS Paru Mangunharjo


NewsIndonesia — Dalam memperingati Hari Tuberkulosis Sedunia Tahun 2026 sekaligus menyambut Hari Bakti Pemasyarakatan, Lapas Kelas I Madiun melaksanakan kegiatan Active Case Finding (ACF) bekerja sama dengan Rumah Sakit Paru Mangunharjo Provinsi Jawa Timur. Kegiatan ini digelar di klinik Lapas dan diikuti oleh ratusan warga binaan, serta direncanakan berlangsung selama beberapa hari ke depan Senin(20/04).

Pelaksanaan ACF ini bertujuan untuk mendeteksi secara dini kasus tuberkulosis (TBC) di lingkungan Lapas, sehingga penanganan dapat dilakukan dengan cepat dan tepat. Tim medis dari RS Paru Mangunharjo bersama petugas kesehatan Lapas melakukan skrining kesehatan secara menyeluruh, mulai dari pemeriksaan gejala, wawancara kesehatan, hingga pengambilan sampel bagi warga binaan yang terindikasi.

Kepala Lapas Kelas I Madiun Andi Wijaya Rivai dalam sambutannya menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk komitmen Lapas dalam memberikan pelayanan kesehatan yang optimal bagi warga binaan.

“Kami berkomitmen untuk memastikan seluruh warga binaan mendapatkan hak pelayanan kesehatan yang layak. Melalui kegiatan ACF ini, kami berharap deteksi dini TBC dapat dilakukan secara maksimal sehingga penanganannya bisa lebih cepat dan efektif,” ujarnya.

Sementara itu, Direktur RS Paru Mangunharjo Prov Jawa Timur dr.Hendri Harianto juga mengapresiasi sinergi yang terjalin dalam kegiatan ini. “Kami sangat mendukung pelaksanaan ACF di Lapas Kelas I Madiun sebagai langkah strategis dalam pengendalian TBC, khususnya di lingkungan dengan risiko penularan yang cukup tinggi. Kolaborasi ini menjadi bagian penting dalam upaya bersama menuju eliminasi TBC,” ungkapnya.

Melalui kegiatan ini, diharapkan kesadaran akan pentingnya deteksi dini dan pencegahan TBC semakin meningkat, baik di kalangan warga binaan maupun petugas. Lapas Kelas I Madiun pun terus berupaya menghadirkan layanan pembinaan yang tidak hanya berfokus pada aspek keamanan, tetapi juga kesehatan dan kesejahteraan warga binaan.