NewsIndonesia — Ada cerita berbeda dari dapur pembinaan Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Kotabaru. Di tengah rutinitas pembinaan, lahir produk unggulan “Kripsus La-New City”, olahan keripik usus yang diproduksi oleh Warga Binaan, Senin (04/05), sebagai wujud nyata kemandirian yang terus dibangun dari dalam Lapas.
Produk ini bukan sekadar makanan ringan, melainkan hasil dari proses panjang pembelajaran dan ketekunan. Warga Binaan terlibat langsung dalam setiap tahapan, mulai dari pengolahan bahan, proses produksi, hingga pengemasan, dengan pendampingan petugas untuk memastikan kualitas dan kebersihan produk tetap terjaga.
Menariknya, kegiatan ini menghadirkan suasana berbeda di dalam Lapas. Dapur yang biasanya identik dengan rutinitas harian, kini menjadi ruang produktif yang melahirkan kreativitas dan semangat baru bagi Warga Binaan untuk terus berkarya dan mengembangkan potensi diri.
Kepala Lapas Kotabaru, Doni Handriansyah, menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari pembinaan kemandirian yang berkelanjutan. “Melalui Kripsus La-New City, kami ingin menunjukkan bahwa pembinaan dapat menghasilkan karya nyata yang memiliki nilai ekonomi serta menjadi bekal bagi Warga Binaan ke depan,” ujarnya.
Salah satu Warga Binaan berinisial A mengungkapkan bahwa keterlibatannya dalam produksi ini memberikan pengalaman berharga. “Kami tidak hanya belajar membuat produk, tetapi juga belajar disiplin, kerja sama, dan tanggung jawab. Ini sangat bermanfaat bagi kami,” tuturnya.
Melalui pengembangan produk “Kripsus La-New City”, Lapas Kotabaru terus mendorong pembinaan yang produktif dan inovatif, sejalan dengan upaya menciptakan Warga Binaan yang mandiri, kreatif, dan siap kembali berkontribusi di tengah masyarakat.
