Dukung Program Aksi Menteri Imipas, Rutan Rantau Laksanakan Pembinaan Kemandirian Pembuatan Telur Asin RuRa
NewsIndonesia – Rumah Tahanan Negara Kelas IIB Rantau kembali melaksanakan kegiatan Pembinaan Kemandirian (UMKM) melalui program pembuatan Telur Asin RuRa, Rabu (03/06). Kegiatan yang berlangsung di lingkungan Rutan Rantau ini diikuti oleh warga binaan yang telah ditunjuk sebagai pekerja dan dilaksanakan di bawah pengawasan petugas guna memastikan proses berjalan dengan aman, tertib, dan sesuai prosedur.
Pelaksanaan pembinaan kemandirian ini merupakan salah satu bentuk dukungan terhadap 15 Program Aksi Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan (Imipas), khususnya dalam upaya meningkatkan kualitas pembinaan bagi warga binaan melalui pemberian keterampilan yang bermanfaat dan bernilai ekonomis. Program ini diharapkan dapat menjadi bekal bagi warga binaan untuk kembali berdaya dan produktif setelah menyelesaikan masa pidananya.
Dalam kegiatan tersebut, warga binaan diberikan kesempatan untuk terlibat langsung dalam proses pembuatan telur asin, mulai dari pemilihan bahan baku, proses pengolahan, hingga tahap penyimpanan. Melalui kegiatan ini, warga binaan tidak hanya memperoleh keterampilan praktis, tetapi juga belajar mengenai kedisiplinan, kerja sama, serta tanggung jawab dalam menjalankan suatu usaha produktif.
Kegiatan berlangsung dengan lancar dan mendapat antusiasme dari warga binaan yang terlibat. Dengan pendampingan dan pengawasan petugas, program pembinaan kemandirian terus dioptimalkan agar mampu menghasilkan produk yang berkualitas sekaligus memberikan pengalaman kerja yang positif bagi warga binaan selama menjalani masa pembinaan di Rutan Rantau.
Kepala Rutan Kelas IIB Rantau, Renaldi Hutagalung, menyampaikan bahwa pembinaan kemandirian merupakan bagian penting dari proses pemasyarakatan yang berorientasi pada pembentukan pribadi yang mandiri dan produktif. “Kami berkomitmen untuk terus mengembangkan program pembinaan yang memberikan manfaat nyata bagi warga binaan. Melalui kegiatan pembuatan Telur Asin RuRa ini, diharapkan mereka memperoleh keterampilan yang dapat menjadi modal usaha maupun sumber penghasilan setelah kembali ke masyarakat,” ujarnya. Sementara itu, petugas pengawas kegiatan, Noorhikmah, menuturkan bahwa warga binaan menunjukkan semangat dan kesungguhan dalam mengikuti setiap tahapan produksi. “Kami terus memberikan pendampingan agar kegiatan berjalan dengan baik dan keterampilan yang diberikan dapat dipahami serta diterapkan secara optimal oleh warga binaan,” ungkapnya.
Baca Juga:
