Mahakarya dari Balik Jeruji: Ornamen Ukiran Gapura Jadi Simbol Keberhasilan Pembinaan Lapas Tenggarong
NewsIndonesia – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Tenggarong terus mengoptimalkan program pembinaan kemandirian melalui berbagai kegiatan produktif yang mampu mengembangkan potensi Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP). Salah satu kegiatan yang saat ini tengah berlangsung adalah proses pembuatan ukiran sebagai ornamen Gapura Sarana Asimilasi dan Edukasi (SAE), yang dikerjakan langsung oleh WBP yang memiliki keterampilan di bidang seni ukir.
Pengerjaan ukiran dilakukan secara bertahap dengan mengedepankan ketelitian, kesabaran, dan kreativitas. Berbagai motif diukir secara manual pada media kayu untuk menghasilkan karya yang memiliki nilai estetika tinggi. Seluruh proses dilaksanakan di bawah pendampingan petugas sebagai bagian dari pembinaan kemandirian sekaligus memastikan kegiatan berjalan dengan aman dan tertib.
Progres pengerjaan Gapura SAE hingga saat ini terus menunjukkan perkembangan yang positif. Setiap detail ukiran yang mulai terbentuk menjadi bukti kesungguhan para WBP dalam menghasilkan karya terbaik. Selain mempercantik tampilan Gapura SAE, hasil karya tersebut juga mencerminkan kemampuan serta keterampilan yang berhasil diasah selama mengikuti program pembinaan di dalam lapas.
Melalui kegiatan kerajinan tangan ini, WBP tidak hanya memperoleh pengalaman praktik dalam bidang seni ukir, tetapi juga belajar mengenai nilai-nilai kedisiplinan, kerja sama, tanggung jawab, serta ketekunan dalam menyelesaikan sebuah pekerjaan. Pembinaan seperti ini diharapkan mampu membentuk karakter yang lebih baik sekaligus meningkatkan kepercayaan diri mereka untuk kembali berkontribusi di tengah masyarakat setelah menyelesaikan masa pidana.
Program pembinaan kemandirian yang dilaksanakan Lapas Kelas IIA Tenggarong merupakan wujud komitmen dalam menciptakan warga binaan yang produktif dan memiliki keterampilan yang bernilai ekonomi. Dengan memfasilitasi berbagai kegiatan kreatif, lapas tidak hanya menjalankan fungsi pembinaan, tetapi juga memberikan kesempatan kepada WBP untuk mengembangkan bakat dan potensi yang dimiliki.
Ke depan, Gapura SAE yang tengah dibangun diharapkan menjadi simbol keberhasilan pembinaan kemandirian di Lapas Kelas IIA Tenggarong. Melalui semangat berkarya dan pembinaan yang berkelanjutan, Lapas Kelas IIA Tenggarong terus berupaya menciptakan lingkungan pemasyarakatan yang produktif, humanis, dan mampu melahirkan Warga Binaan yang siap kembali ke masyarakat sebagai pribadi yang mandiri, terampil, dan bermanfaat.
Baca Juga:
