Kembangkan Keterampilan Bertani, Warga Binaan Lapas Perempuan Martapura Praktik Hidroponik dan Restorasi Tanah
Newsindonesia – Lapas Perempuan Kelas IIA Martapura terus mengembangkan program pembinaan kemandirian melalui kegiatan pertanian ramah lingkungan. Sebanyak empat Warga Binaan mengikuti praktik hidroponik tanaman pakcoy sekaligus teknik pengemburan tanah untuk mendukung budidaya kacang panjang, Senin (7/9).
Kegiatan dipandu oleh petugas Lapas Perempuan Martapura dan peserta magang. Peserta mendapatkan penjelasan mengenai teknik hidroponik sebagai metode budidaya tanpa tanah yang hemat air, serta teknik pengemburan untuk memperbaiki struktur dan kesuburan tanah sebelum digunakan menanam kacang panjang.
Kalapas Perempuan Martapura, Evi Loliancy, mengatakan pembinaan pertanian menjadi salah satu upaya Lapas dalam membekali Warga Binaan dengan keterampilan yang aplikatif dan bernilai guna.
“Melalui kegiatan ini, Warga Binaan tidak hanya belajar bercocok tanam, tetapi juga memahami cara memanfaatkan lahan dan sumber daya secara lebih efektif. Kami berharap keterampilan ini dapat terus dikembangkan dan menjadi bekal yang bermanfaat setelah mereka kembali ke masyarakat,” ujar Evi.
Peserta magang, Ismail, menjelaskan bahwa penerapan hidroponik dan pengemburan tanah dapat memberikan pengalaman berbeda bagi Warga Binaan dalam mengenal metode pertanian modern maupun konvensional.
Salah satu Warga Binaan berinisial A mengaku mendapatkan pengetahuan baru melalui kegiatan tersebut. “Kegiatan ini sangat bermanfaat karena kami belajar teknik bercocok tanam dan cara memulihkan tanah. Semoga keterampilan ini bisa kami gunakan setelah selesai menjalani masa pembinaan,” tuturnya.
Kegiatan ini menjadi bagian dari komitmen Lapas Perempuan Martapura dalam memperkuat pembinaan kemandirian melalui keterampilan pertanian sekaligus mendukung pemanfaatan lahan secara produktif dan ramah lingkungan.
- LPP Martapura
