Lapas Tamako dan Pemkamp Binala Bersinergi Kembangkan SAE untuk Ketahanan Pangan
NewsIndonesia – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas III Tamako melaksanakan kegiatan pembersihan Sarana Asimilasi dan Edukasi (SAE) yang berlokasi di Kampung Binala, Kecamatan Tamako, Jumat (2/9/2026). Kegiatan ini menjadi tahap awal dalam mempersiapkan lahan sebelum dimanfaatkan untuk penanaman berbagai tanaman yang mendukung program ketahanan pangan.
Kegiatan dipimpin langsung oleh Kepala Lapas Tamako, Torkis Freddy Siregar, dan diikuti oleh pejabat struktural, para pegawai, peserta magang, serta Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP). Turut hadir Pejabat Kapitalaung Kampung Binala, Tekson Timuhingide, bersama para perangkat kampung.
Kepala Lapas Tamako, Torkis Freddy Siregar, menyampaikan bahwa optimalisasi SAE merupakan bentuk komitmen Lapas Tamako dalam menghadirkan pembinaan yang memberikan keterampilan nyata bagi WBP.
“Pembersihan ini merupakan langkah awal sebelum dilakukan penanaman berbagai tanaman ketahanan pangan. SAE akan kami manfaatkan sebagai ruang pembinaan yang produktif agar WBP memperoleh keterampilan dan pengalaman yang dapat menjadi bekal ketika kembali ke masyarakat,” ujar Torkis.
Torkis juga menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Kampung Binala dan masyarakat yang telah memberikan kesempatan kepada Lapas Tamako untuk mengelola lahan tersebut.
“Kami menyampaikan terima kasih kepada Pejabat Kapitalaung, perangkat kampung, dan seluruh masyarakat Kampung Binala atas dukungan serta kesempatan yang diberikan kepada Lapas Tamako untuk mengelola lahan ini sebagai Sarana Asimilasi dan Edukasi. Dukungan ini sangat berarti dalam memperkuat pembinaan WBP sekaligus mendukung program ketahanan pangan,” ungkapnya.
Sementara itu, Pejabat Kapitalaung Kampung Binala, Tekson Timuhingide, mengapresiasi langkah Lapas Tamako dalam memanfaatkan lahan tersebut secara produktif. Ia menilai kegiatan ini berpotensi menjadi ikon Kampung Binala sekaligus memberikan motivasi kepada masyarakat untuk memanfaatkan lahan yang tersedia.
“Kegiatan ini akan menjadi ikon di Kampung Binala sekaligus memberikan motivasi bagi masyarakat. Ketika tanaman yang ditanam dapat tumbuh dengan subur, tentu menjadi sesuatu yang sangat baik dan memberikan dampak positif bagi masyarakat,” ujar Tekson.
Sinergi antara Lapas Tamako, Pemerintah Kampung Binala, dan masyarakat menjadi bagian penting dalam pengembangan SAE sebagai lahan produktif. Setelah tahap pembersihan, Lapas Tamako akan melanjutkan dengan persiapan lahan dan penanaman berbagai tanaman pangan.
Melalui pemanfaatan SAE, Lapas Tamako terus mendorong pembinaan kemandirian yang produktif dan berkelanjutan, sekaligus mendukung program ketahanan pangan serta mempersiapkan WBP agar memiliki keterampilan yang dapat diterapkan setelah kembali ke tengah masyarakat.
Baca Juga:
