NewsIndonesia — Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Kotabaru melaksanakan kegiatan panen ikan lele di Kolam SAE (Sarana Asimilasi dan Edukasi) sebagai bagian dari program pembinaan kemandirian Warga Binaan, Sabtu (28/2). Kegiatan panen dilakukan bersama staf kegiatan kerja (Giatja) Rangga Yudhanto dan Warga Binaan yang terlibat langsung dalam proses budidaya.
Sebanyak 15 kilogram ikan lele segar berhasil dipanen dari kolam budidaya yang dikelola secara mandiri oleh Warga Binaan di bawah bimbingan petugas. Hasil panen tersebut menjadi bukti nyata keberhasilan program pembinaan kemandirian melalui sektor perikanan yang terus dikembangkan di lingkungan Lapas Kotabaru.
Kegiatan budidaya lele ini tidak hanya berorientasi pada hasil produksi, tetapi juga menjadi sarana pembelajaran bagi Warga Binaan untuk memperoleh keterampilan praktis di bidang perikanan, mulai dari perawatan kolam, pemberian pakan, hingga proses panen. Melalui kegiatan ini, Warga Binaan didorong untuk memiliki bekal keterampilan produktif sebagai persiapan reintegrasi sosial setelah bebas nantinya.
Staf Giatja, Rangga Yudhanto, menyampaikan bahwa program budidaya lele merupakan salah satu bentuk pembinaan kemandirian yang berkelanjutan. “Kegiatan ini memberikan pengalaman langsung kepada Warga Binaan dalam mengelola usaha budidaya ikan. Selain meningkatkan keterampilan, kegiatan ini juga menumbuhkan rasa tanggung jawab dan kerja sama,” ujarnya.
Kepala Lapas Kotabaru, Doni Handriansyah, menegaskan bahwa kegiatan panen lele merupakan bagian dari strategi pembinaan produktif yang selaras dengan arah kebijakan Pemasyarakatan saat ini. “Program budidaya lele ini menjadi sarana pembinaan kemandirian yang nyata bagi Warga Binaan. Kami ingin mereka memiliki keterampilan yang dapat dimanfaatkan setelah kembali ke masyarakat, sekaligus mendukung program ketahanan pangan melalui kegiatan produktif di dalam lapas,” ungkapnya.
Salah satu Warga Binaan, G yang mengikuti kegiatan panen mengaku senang dapat terlibat dalam program tersebut. Menurutnya, kegiatan budidaya lele memberikan pengetahuan baru yang bermanfaat untuk masa depan. “Kami belajar mulai dari merawat sampai panen. Ilmu ini sangat berguna dan bisa menjadi peluang usaha setelah bebas nanti,” ungkapnya.
Pelaksanaan panen lele di Kolam SAE ini sejalan dengan implementasi 15 Program Aksi Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan Tahun 2026, khususnya dalam penguatan pembinaan kemandirian dan dukungan terhadap program ketahanan pangan nasional.
Melalui kegiatan produktif ini, Lapas Kotabaru menegaskan komitmennya untuk terus menghadirkan pembinaan yang inovatif, produktif, dan berkelanjutan guna menciptakan Warga Binaan yang mandiri serta siap kembali berkontribusi positif di tengah masyarakat.
