Search

Dari Pembinaan Jadi Prestasi, Warga Binaan Lapas Madiun Ciptakan Sketsa Wajah Artistik


NewsIndonesia – Program pembinaan kemandirian di Lapas Kelas I Madiun kembali membuahkan hasil positif. Melalui pendampingan dan arahan intensif dari petugas, warga binaan berhasil menyalurkan bakat seni mereka dengan menciptakan karya lukisan sketsa wajah yang artistik dan penuh makna Kamis(16/04).

Karya yang dihasilkan tidak hanya sekadar gambar, namun memiliki nilai estetika tinggi. Salah satu capaian yang membanggakan adalah keberhasilan warga binaan dalam membuat sketsa wajah Direktur Jenderal Pemasyarakatan serta Kepala Lapas I Madiun dengan detail dan kemiripan yang mengesankan.

Kegiatan ini merupakan bagian dari program pembinaan yang bertujuan untuk menggali potensi, membangun keterampilan, serta menumbuhkan rasa percaya diri warga binaan. Dengan bimbingan petugas, proses pembuatan sketsa dilakukan secara bertahap, mulai dari teknik dasar hingga penyempurnaan hasil karya.

Kalapas I Madiun melalui Kabid Giatja Nurma Yulianti dalam keterangannya menyampaikan apresiasi atas semangat dan kreativitas warga binaan. “Kami terus mendorong warga binaan untuk mengembangkan potensi diri melalui berbagai program pembinaan. Karya sketsa ini menjadi bukti bahwa dengan pendampingan yang tepat, mereka mampu menghasilkan prestasi yang membanggakan,” ujarnya.

Tidak berhenti sampai di situ, warga binaan juga tengah mengerjakan karya berikutnya, yakni sketsa wajah Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan yang saat ini masih dalam tahap proses. Hal ini menunjukkan konsistensi dan keseriusan mereka dalam mengasah kemampuan seni.

Salah satu warga binaan ED mengungkapkan bahwa kegiatan ini memberikan harapan baru bagi dirinya. “Melalui pembinaan ini, saya merasa lebih percaya diri dan memiliki tujuan. Saya ingin terus berkarya dan menghasilkan sesuatu yang bermanfaat,” ungkapnya.

Dengan adanya kegiatan ini, diharapkan warga binaan tidak hanya memperoleh keterampilan, tetapi juga mampu membangun masa depan yang lebih baik setelah kembali ke masyarakat.