NewsIndonesia – Lapas Kelas IIA Bontang gelar kegiatan jemput bola layanan administrasi kependudukan (adminduk) berupa verifikasi Nomor Induk Kependudukan (NIK), perekaman biometrik, serta pemadanan data kependudukan bagi Tahanan dan Narapidana, bertempat di Gedung Binadik Lapas Bontang, Senin (28/4/2026). Kegiatan ini dilaksanakan bekerja sama dengan Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kota Bontang, dilaksanakan serentak pada 14 kabupaten/kota di seluruh
Indonesia.
Kegiatan ini bertujuan untuk memastikan seluruh Warga Binaan memiliki data kependudukan yang valid dan terintegrasi dalam sistem nasional, sekaligus menjamin terpenuhinya hak administrasi kependudukan sebagai bagian dari pelayanan publik yang inklusif.
Pelaksanaan kegiatan dihadiri langsung oleh Kepala Lapas Kelas IIA Bontang, Suranto, didampingi Kepala Seksi Bimbingan Narapidana/Anak Didik (Kasi Binadik), Pamuji Setyo Wibowo, beserta jajaran. Turut hadir Kepala Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kota Bontang, Budiman, bersama tim.
Sebanyak 137 orang Warga Binaan terdiri dari 3 orang Tahanan dan 134 orang Narapidana. Proses pelayanan meliputi verifikasi data, perekaman sidik jari, iris mata, serta foto biometrik yang dilakukan secara tertib.
“Melalui kegiatan ini, kami memastikan setiap Warga Binaan memiliki identitas kependudukan yang sah dan valid. Hal ini sangat penting sebagai dasar pemenuhan hak-hak mereka serta mendukung proses reintegrasi sosial ke masyarakat,” ujar Suranto.
Senada, Kasi Binadik, Pamuji Setyo Wibowo, menegaskan pentingnya validitas data dalam menunjang pembinaan.
“Dengan data kependudukan yang akurat dan mutakhir, proses pembinaan, pelayanan, hingga integrasi dengan sistem nasional dapat berjalan lebih optimal dan tepat sasaran,” jelasnya.
Sementara itu, Kepala Disdukcapil Kota Bontang, Budiman, menyampaikan apresiasi atas sinergi yang terjalin antara Lapas dan pemerintah daerah.
“Kami mendukung penuh kegiatan ini sebagai bagian dari upaya mewujudkan tertib administrasi kependudukan. Melalui kolaborasi ini, kami memastikan seluruh warga negara, termasuk Warga Binaan, tetap mendapatkan haknya dalam pencatatan kependudukan,” ungkapnya.
Dengan terlaksananya kegiatan ini, diharapkan seluruh Warga Binaan Lapas Bontang memiliki data kependudukan yang terverifikasi dengan baik sehingga dapat mempermudah akses terhadap layanan publik serta memperkuat proses reintegrasi sosial ke depan.
