Manfaatkan Lahan Kosong, Agribisnis Terong Lapas Kotabaru Masuki Usia Tanam 1,5 Bulan


NewsIndonesia — Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Kotabaru terus menunjukkan komitmennya dalam mengembangkan program pembinaan kemandirian melalui sektor pertanian produktif. Salah satu program yang saat ini berkembang dengan baik adalah budidaya tanaman terong yang menunjukkan pertumbuhan subur dan optimal setelah melalui proses penyemaian dan perawatan intensif, Rabu (20/5).

Tanaman terong yang dibudidayakan di area pertanian Lapas kini telah berumur sekitar 1,5 bulan dan menunjukkan perkembangan yang sangat baik. Hal tersebut ditandai dengan tumbuhnya daun yang lebat, batang yang kuat, serta munculnya bakal buah terong di sejumlah tanaman.

Perawatan dilakukan secara rutin oleh petugas bersama Warga Binaan melalui proses penyiraman, pemupukan, pembersihan area tanam, hingga pengawasan terhadap potensi hama tanaman agar pertumbuhan tetap optimal. Kegiatan ini turut dipantau langsung oleh Kepala Seksi Kegiatan Kerja (Kasi Giatja) Lapas Kotabaru, Ahmad Hamirun.

Program budidaya ini menjadi bagian dari pembinaan kemandirian yang bertujuan membekali Warga Binaan dengan keterampilan di bidang pertanian sekaligus mendukung program ketahanan pangan di lingkungan pemasyarakatan.

Dalam pelaksanaannya, kegiatan pertanian juga mendapat dukungan dari peserta magang yang memiliki latar belakang pendidikan di bidang pertanian. Kehadiran peserta magang dinilai membantu dalam penerapan metode perawatan tanaman yang lebih terarah dan efektif, mulai dari pengelolaan media tanam hingga pemantauan perkembangan tanaman secara berkala.

Kepala Lapas Kelas IIA Kotabaru, Doni Handriansyah, menyampaikan bahwa sektor pertanian menjadi salah satu program pembinaan unggulan yang terus dikembangkan karena memiliki manfaat jangka panjang bagi Warga Binaan.

“Melalui kegiatan pertanian seperti budidaya terong ini, kami ingin membangun keterampilan produktif dan semangat kerja bagi Warga Binaan. Pertumbuhan tanaman yang baik menunjukkan bahwa proses pembinaan berjalan secara serius, konsisten, dan terarah,” ujarnya.

Ia menambahkan bahwa program pertanian tidak hanya berorientasi pada hasil panen, tetapi juga menjadi sarana pembelajaran mengenai disiplin, tanggung jawab, dan kerja sama.

Sementara itu, Kasi Giatja Lapas Kotabaru, Ahmad Hamirun, menyampaikan bahwa perkembangan tanaman terong yang optimal merupakan hasil dari perawatan rutin dan kerja sama yang baik antara petugas dan Warga Binaan.

“Tanaman terong yang saat ini berumur sekitar satu setengah bulan menunjukkan pertumbuhan yang cukup baik. Kami terus melakukan pemantauan dan perawatan secara berkala agar hasil panennya nanti maksimal dan dapat memberikan manfaat bagi program pembinaan kemandirian,” ungkap Ahmad Hamirun.

Melalui program budidaya pertanian ini, Lapas Kotabaru terus berupaya menghadirkan pembinaan yang produktif, edukatif, dan berkelanjutan, sekaligus mendukung penguatan ketahanan pangan dan peningkatan keterampilan Warga Binaan sebagai bekal positif saat kembali ke masyarakat.
Baca Juga:
Tersalin 👍

Berita Terbaru

  • Manfaatkan Lahan Kosong, Agribisnis Terong Lapas Kotabaru Masuki Usia Tanam 1,5 Bulan
  • Manfaatkan Lahan Kosong, Agribisnis Terong Lapas Kotabaru Masuki Usia Tanam 1,5 Bulan
  • Manfaatkan Lahan Kosong, Agribisnis Terong Lapas Kotabaru Masuki Usia Tanam 1,5 Bulan
  • Manfaatkan Lahan Kosong, Agribisnis Terong Lapas Kotabaru Masuki Usia Tanam 1,5 Bulan
  • Manfaatkan Lahan Kosong, Agribisnis Terong Lapas Kotabaru Masuki Usia Tanam 1,5 Bulan
  • Manfaatkan Lahan Kosong, Agribisnis Terong Lapas Kotabaru Masuki Usia Tanam 1,5 Bulan