Perkuat Kolaborasi Pendidikan dan Pembinaan, Lapas Narkotika Karang Intan Sambut Kunjungan STIMI Banjarmasin
NewsIndonesia – Lembaga Pemasyarakatan
(Lapas) Narkotika Kelas IIA Karang Intan terus menunjukkan komitmennya dalam
memperluas jejaring kerja sama strategis di bidang pendidikan dan penguatan
sumber daya manusia. Dalam hal ini, Lapas Narkotika Kelas IIA Karang Intan
menerima kunjungan Ketua Sekolah Tinggi Ilmu Manajemen Indonesia (STIMI)
Banjarmasin, Dr. Titien Agustina, untuk melakukan sinergi program pembinaan dan
pengembangan kapasitas. Kedua pihak menjalankan pertemuan tersebut dengan
suasana yang hangat dan penuh semangat kolaborasi, Sabtu (16/05/2026).
Kegiatan ini menjadi bagian dari
upaya Lapas Narkotika Kelas IIA Karang Intan dalam menghadirkan pembinaan yang
tidak hanya berfokus pada aspek pembinaan kepribadian, tetapi juga membuka
ruang bagi penguatan wawasan, keterampilan, serta peluang pengembangan diri
bagi petugas maupun warga binaan.
Dalam pertemuan tersebut, kedua
pihak berdiskusi mengenai berbagai peluang kerja sama, mulai dari peningkatan
literasi pendidikan, pelatihan manajerial, penguatan karakter, hingga
kemungkinan pengembangan program pendidikan lanjutan yang lebih inklusif di
masa mendatang. Sinergi ini diharapkan dapat menjadi jembatan bagi peningkatan
kualitas SDM di lingkungan pemasyarakatan.
Kepala Lapas Narkotika Kelas IIA
Karang Intan, Yugo Indra Wicaksi, menyampaikan bahwa kerja sama dengan
institusi pendidikan merupakan langkah penting dalam mendukung transformasi
pemasyarakatan yang lebih humanis dan produktif.
“Kami menyambut baik kehadiran
STIMI Banjarmasin. Kolaborasi seperti ini sangat penting dalam memperkuat
pembinaan di Lapas, karena pada dasarnya kami tidak hanya membina, tetapi juga
mempersiapkan manusia untuk kembali menjadi bagian produktif di masyarakat,”
ujar Yugo Indra Wicaksi.
Sementara itu, Ketua STIMI
Banjarmasin, Dr. Titien Agustina, menegaskan bahwa institusinya berkomitmen
untuk terus berkontribusi dalam pengembangan pendidikan yang berdampak luas,
termasuk di lingkungan pemasyarakatan.
“Kami melihat Lapas bukan hanya
sebagai tempat pembinaan, tetapi juga ruang transformasi. STIMI Banjarmasin
siap bersinergi dalam berbagai program yang mendukung peningkatan kapasitas,
baik melalui pendidikan, pelatihan, maupun penguatan soft skill yang dibutuhkan
dalam kehidupan sosial,” ungkap Dr. Titien.
Kegiatan kunjungan ini juga membuka
ruang dialog terkait penguatan program pembinaan berbasis pendidikan, pelatihan
kewirausahaan, serta pengembangan keterampilan yang relevan dengan kebutuhan
masyarakat. Harapannya, kolaborasi ini dapat memberikan dampak nyata tidak
hanya di dalam lingkungan Lapas, tetapi juga bagi masyarakat luas.
