Monitoring Lapas Banjarmasin, Kakanwil Ditjenpas Kalsel Pastikan Layanan dan Pembinaan Optimal
Newsindonesia – Kepala Kantor Wilayah (Kakanwil) Direktorat Jenderal Pemasyarakatan (Ditjenpas) Kalimantan Selatan, Erwedi Supriyatno, melaksanakan kunjungan kerja dan monitoring ke Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Banjarmasin, Sabtu (20/6).
Kegiatan diawali dengan apel pagi pegawai yang dipimpin langsung oleh Erwedi. Dalam amanatnya, ia menegaskan pentingnya profesionalisme, integritas, dan tanggung jawab dalam pelaksanaan tugas, serta mengingatkan seluruh jajaran untuk selalu memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat dan warga binaan.
“Laksanakan tugas sesuai aturan dan standar yang berlaku. Jaga integritas, hindari segala bentuk pelanggaran, dan pastikan setiap tugas dijalankan dengan penuh tanggung jawab. Kepercayaan masyarakat terhadap Pemasyarakatan dibangun dari komitmen kita dalam bekerja secara profesional dan berintegritas,” tegas Erwedi.
Ia juga mengingatkan seluruh petugas agar tidak terlibat dalam praktik pungutan liar maupun penyelundupan telepon genggam dan barang terlarang ke dalam lapas. Menurutnya, penguatan pengawasan dan kepatuhan terhadap aturan merupakan kunci dalam menjaga keamanan dan ketertiban di lingkungan pemasyarakatan.
“Kami tidak akan memberikan toleransi terhadap pelanggaran yang mencederai marwah institusi. Sebaliknya, saya mengapresiasi seluruh petugas yang selama ini telah bekerja dengan baik, menjaga integritas, dan melaksanakan tugas sesuai SOP,” ujarnya.
Dalam kesempatan tersebut, Erwedi memperkenalkan dua program yang akan didorong untuk meningkatkan efektivitas pelaksanaan tugas dan kualitas pelayanan di lingkungan pemasyarakatan. Program pertama adalah Morning Briefing Harian, yang mewajibkan setiap bagian melaksanakan briefing rutin untuk mengevaluasi pekerjaan, menyusun rencana kerja, serta mengidentifikasi kendala yang dihadapi agar dapat segera ditindaklanjuti.
Sementara itu, program kedua adalah Sapa Kasih Warga Binaan, yakni kegiatan yang melibatkan seluruh pegawai untuk turun langsung ke kamar hunian secara berkala guna membangun komunikasi yang lebih dekat dan humanis dengan warga binaan, sekaligus memantau kondisi hunian dan kebutuhan warga binaan secara langsung.
“Komunikasi yang baik antara petugas dan warga binaan sangat penting. Melalui program Sapa Kasih, kita ingin memastikan bahwa pembinaan berjalan secara humanis, kebutuhan warga binaan terpantau, dan potensi permasalahan dapat dideteksi sejak dini,” jelasnya.
Usai apel, Erwedi meninjau Sarana Asimilasi dan Edukasi (SAE) yang menjadi pusat kegiatan pembinaan kemandirian warga binaan. Berbagai program produktif yang ditinjau antara lain budidaya maggot, budidaya ikan lele, budidaya ikan betok, hidroponik, serta peternakan ayam petelur.
Menurutnya, program pembinaan yang produktif tidak hanya mendukung proses pembinaan, tetapi juga membekali warga binaan dengan keterampilan yang dapat dimanfaatkan setelah kembali ke tengah masyarakat.
“Pembinaan harus memberikan manfaat nyata. Keterampilan yang diperoleh selama menjalani masa pidana diharapkan menjadi modal bagi warga binaan untuk menjalani kehidupan yang lebih baik dan mandiri setelah bebas nanti,” katanya.
Pada kunjungan tersebut, Erwedi juga memimpin rapat persiapan kunjungan kerja Tim Komisi XIII DPR RI ke Kalimantan Selatan yang dijadwalkan berlangsung di Lapas Banjarmasin. Rapat membahas kesiapan pelaksanaan rapat dengar pendapat, pembagian tugas masing-masing penanggung jawab, kesiapan sarana dan prasarana pendukung, serta berbagai kebutuhan teknis lainnya.
Selain itu, Erwedi turut meninjau aula yang akan digunakan sebagai lokasi kegiatan serta ruang VIP yang dipersiapkan sebagai ruang transit bagi rombongan Komisi XIII DPR RI. Peninjauan dilakukan untuk memastikan seluruh fasilitas dalam kondisi siap dan mampu mendukung kelancaran kegiatan. (Humas Ditjenpas Kalsel)
