Wakil Ketua MPR Salurkan Bantuan di Sigi, Kemenkum Sulteng Teguhkan Kepedulian Bersama
Newsindonesia – Kepala Kantor Wilayah Kementerian Hukum Sulawesi Tengah (Kanwil Kemenkum Sulteng), Rakhmat Renaldy, menghadiri kegiatan penyerahan bantuan kemanusiaan kepada masyarakat terdampak bencana gempa bumi di Kecamatan Nokilalaki, Kabupaten Sigi, Jumat (26/6/2026). Kehadiran tersebut menjadi wujud nyata sinergi antarlembaga negara dalam memberikan perhatian, dukungan, dan semangat bagi masyarakat yang masih menjalani proses pemulihan pascabencana.
Kegiatan kemanusiaan tersebut dipimpin langsung oleh Wakil Ketua MPR RI, Abcandra Muhammad Akbar Supratman, sebagai bagian dari implementasi pelaksanaan tugas konstitusional MPR RI sekaligus bentuk kepedulian terhadap warga yang terdampak bencana gempa bumi di Kabupaten Sigi.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut Bupati Sigi M. Rizal Intjenae, Wakil Bupati Sigi Samuel Pongi, perwakilan Kementerian Sosial RI, Mantan Gubernur Sulawesi Tengah Rusdy Mastura, unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), Kepala Kanwil Ditjen Imigrasi dan Pemasyarakatan Sulawesi Tengah, serta para pimpinan cabang Bank Himbara.
Dalam laporannya, Bupati Sigi menyampaikan bahwa dampak gempa bumi telah menimbulkan korban jiwa dan kerusakan yang cukup besar. Tercatat sebanyak tiga orang meninggal dunia, 14 orang mengalami luka berat, dan 72 orang luka ringan. Total masyarakat terdampak mencapai 9.633 jiwa atau sekitar 3.610 kepala keluarga.
Selain korban jiwa, kerusakan juga terjadi pada berbagai fasilitas umum dan rumah ibadah. Sebanyak 21 gereja dan 29 masjid mengalami kerusakan, sementara sejumlah infrastruktur seperti jembatan dan jaringan penyediaan air bersih membutuhkan penanganan segera agar aktivitas masyarakat dapat kembali pulih.
Menanggapi kondisi tersebut, Wakil Ketua MPR RI menyampaikan bahwa pemerintah pusat terus berupaya mempercepat proses pemulihan masyarakat. Melalui dukungan Kementerian Sosial RI, bantuan sebesar Rp3 juta akan diberikan kepada masyarakat untuk kebutuhan tempat tinggal, disertai bantuan biaya hidup sebesar Rp15.000 per hari selama tiga bulan bagi warga terdampak. Selain itu, pemerintah juga menyiapkan bantuan tenda bagi rumah-rumah ibadah yang mengalami kerusakan agar aktivitas keagamaan masyarakat tetap dapat berjalan.
Dalam kesempatan tersebut, Wakil Ketua MPR RI juga melakukan dialog secara langsung melalui sambungan video dengan sejumlah pejabat tinggi negara, di antaranya Menteri Sosial RI dan Staf Khusus Presiden Raffi Ahmad, guna memastikan koordinasi penanganan pascabencana berjalan secara cepat, terpadu, dan tepat sasaran.
Kepala Kanwil Kemenkum Sulteng, Rakhmat Renaldy, menyampaikan bahwa kehadiran Kanwil Kemenkum Sulteng merupakan bentuk komitmen untuk selalu hadir bersama masyarakat, terutama ketika menghadapi situasi kemanusiaan.
“Bencana adalah ujian yang harus dihadapi dengan semangat gotong royong. Kehadiran pemerintah, termasuk Kanwil Kemenkum Sulteng, merupakan wujud kepedulian dan komitmen bahwa masyarakat tidak sendiri dalam menghadapi masa-masa sulit. Sinergi seluruh elemen bangsa menjadi modal utama mempercepat pemulihan,” ujar Rakhmat Renaldy.
Ia juga mengapresiasi langkah cepat Wakil Ketua MPR RI yang turun langsung menemui masyarakat terdampak sekaligus mengoordinasikan dukungan pemerintah pusat.
“Kami mengapresiasi kepedulian Wakil Ketua MPR RI beserta seluruh kementerian dan lembaga yang bergerak cepat membantu masyarakat Sigi. Semoga bantuan yang diberikan dapat meringankan beban para penyintas sekaligus membangkitkan optimisme masyarakat untuk bangkit dan membangun kembali kehidupan yang lebih baik,” tambahnya.
Rakhmat Renaldy menegaskan bahwa semangat kolaborasi lintas kementerian, pemerintah daerah, TNI, Polri, dunia usaha, serta seluruh unsur masyarakat merupakan fondasi penting dalam mempercepat pemulihan daerah terdampak bencana.
Melalui kegiatan tersebut, diharapkan proses rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana di Kabupaten Sigi dapat berlangsung semakin cepat, sekaligus memperkuat rasa persaudaraan, kepedulian, dan solidaritas seluruh komponen bangsa terhadap masyarakat yang sedang berjuang bangkit dari musibah.
